Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB). Salah seorang di antaranya Bima Setiawan, adik kandung Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.
Penulis: Nasaktion Efry | Penyunting: Budi Hutasuhut
KPK kembali melakukan OTT. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, OTT menyasar ke kantor BNPB. Sebanyak 14 orang diperiksa. Mereka berasal dari lingkungan BNPB dan pihak swasta yang menjadi rekanan dalam proyek pengadaan barang dan jasa.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, kepada wartawan di Prambanan, Yogyakarta, Rabu, 14 Oktober 2026, dana yang diduga disalahgunakan adalah dana siap pakai untuk penanggulangan bencana. BNPB menggunakan dana siap pakai itu untuk proyek pengadaan barang dan jasa yang melibatkan swasta.
"Pelibatan perusahaan-perusahaan swasta terindikasi ada semacam pengkondisian, kemudian penyaluran, pemanfaatan, dan penggunaan disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk keuntungan pribadi," katanya.
Setyo menjelaskan, penyidik menemukan adanya dugaan kesepakatan jahat antara pejabat BNPB dengan pihak swasta. "Pejabat BNPB memanfaatkan posisinya untuk melakukan kerja sama dalam meraup keuntungan," katanya.
KPK telah menetapkan lima orang tersangka: Gery Prasetiawan (swasta), Syifa Nrika Ghifarian (swasta), Gabriel Purwaka Sigit (Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus PPK), Bima Setiawan (tenaga ahli), dan Richard Erlangga (tenaga ahli).
Bima Setiawan adalah adik kandung Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Sebagai adik kandung Kepala BNPB, Bima ditunjuk menjadi Tenaga Ahli di BNPB.
"Kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum," jelas Setyo.
KPK mengungkapkan barang bukti yang telah disita berupa uang Rp 3,3 miliar, ratusan gram emas, hingga kripto.
"Kalau nggak salah, kripto itu nilainya satu digit di M (miliar) ya, gitu ya. (Nilainya) satu digit saja gitu. Logam mulianya itu, masih ya ratusan gram lagi," kata Setyo, sambil merinci barang bukti itu diamankan dan disita dari kelima tersangka.



COMMENTS