Jerit Petani Sipirok yang Kehilangan Sawah sebagai Sumber Penghasilan

Masyarakat di Kecamatan Sipirok bergotong royong memulihkan situasi pasca bencana yang menghantam Ibu Kota Kabupaten Tapanuli Selatan | Foto: Dokumen Bangun Siregar

Bencana hidrometrologi yang melanda Pulau Sumatra, merusak puluhan ribu hektare lahan pesawahan di sejumlah sentral produksi padi. Jutaan petani yang kehilangan sumber mata pencaharian, berharap agar pemerintah secepatnya melakukan perbaikan.  

Penulis: Rasoky Siregar | Penyunting: Budi Hutasuhut

Sofian berdiri di atas tanahnya. Sejauh mata memandang, hanya ada bentangan tanah lumpur yang belum kering, batu-batu, tumpukan pasir, dan potongan kayu. Benda-benda itu hanyut dibawa air yang datang dari lereng Gunung Sibualbuali saat banjir bandang dan longsor.

Sebelum bencana hidrometrologi pada 25 November 2025 lalu, di atas tanah yang diinjaknya itu ada sebuah dangau berukuran 2x4 meter.  Di sekitar dagau itu, membentang petak-petak sawah yang ditanami padi. Dua bulan lalu, Sofian menanam padi di lahannya, berharap akan panen sekitar bulan Februari 2026 dengan harapan punya modal menyambut puasa bulan Ramadan dan Idulfitri.  

"Putcu sudena (pupus semua)," gumam Sofian dalam bahasa Batak sembari menebar pandangan, menyaksikan ratusan hektare lahan sawah yang berubah menjadi bentangan tanah lapang. "Sawah saya mampu menghasilkan padi sebanyak seratus kaleng."

Harapan Sofian untuk mendapat hasil telah pupus. Di lahan sawahnya, sebatang tanaman padi pun tak ada. Yang ada sebentang tanah kosong dipenuhi lumpur, pasir, batu-batu, dan potongan-potongan kayu.

Petani 35 tahun itu tidak punya lahan lagi sebagai sumber mata pencahariannya. Satu-satunya lahan telah rusak dan tidak bisa ditanami. 

Sawah Sofian tak jauh dari lokasi Masjid Taqwa di lingkungan Banjar Bolakang, Kelurahan Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Saat bencana terjadi, air yang turun dari lereng Gunung Sibualbuali, membawa berbagai material dan menyapu sawahnya. Dari sawahnya, air terus mengalir ke parit, lalu menggenang.

Lantai dasar Masjid Taqwa yang bertingkat dua itu tenggelam direndam air. Air terus meluap hingga merendam badan jalan lintas Sumatra, membuat  arus lalu-lintas dari Sipirok ke Tarutung menjadi terputus. 

Orang-orang tidak percaya banjir telah menghantam Kota Sipirok, ibu Kota Kabupaten Tapanuli Selatan. Kota ini berada di kaki Gunung Sibualbuali dengan ketinggian rata-rata 1000 mdpl (meter di atas permukaan laut). 

Sebagai sebuah daerah yang berada di dataran tinggi, tidak ada kemungkinan Kota Sipirok dihantam banjir. Pasalnya, sungai-sungai yang melintasi Kota Sipirok, berada jauh di bawah permukaan,  sekitar 5 meter sampai 10 meter. Seandainya air sungai meluap, tidak ada kemungkinan bagi air yang meluap dapat menyentuh perkampungan penduduk.

Kenyataannya di luar logika umum, air datang bergulung dari lereng Gunung Sibualbuali. Sebuah tanggul yang selama ini berfungsi sebagai cadangan air, diduga jebol karena kurang mendapat perhatian. 

Dinding tanggul tak mampu menahan arus air dari sejumah mata air yang berhulu di lereng Gunung Sibualbuali. Akibatnya, tanggul air yang persis di atas Desa Padangbujur akhirnya jebol, dan ribuan liter air tumpah ke hulu yang merupakan Kota Sipirok. 

Pada  25 November 2025, air bah menghantam Kota Sipirok, meneggelamkan perkampungan yang ada di kaki Gunung Sibualbuali, mulai dari Desa Padangbujur, Desa Simanginggir, Kelurahan Pasar Sipirok, Kelurahan Hutasuhut, sampai Kelurahan Sipirok Godang.

Kondisi paling parah menerjang rumah-rumah di sejumlah lingkungan yang ada di Kelurahan Pasar Sipirok. Sementara di daerah lain, yang dihantam banjir sebagian besar merupakan lahan pesawah di lokasi yang dinamai masyarakat sekitar sebagai lansekap Saba Julu. 

Ratusan hektare sawah di lansekap Saba Julu, mulai dari Desa Padangbujur sampai Kelurahan Sipirok Godang, dihantam banjir. Petak-petak sawah yang menjadi sumber penghasilan masyarakat Kota Sipirok,  tidak lagi berbentuk sawah.  Bekas sawah itu harus dicetak ulang agar bisa dipakai kembali menjadi sumber penghasilan masyarakat. 

Husin, petani lain yang tinggal di Kelurahan Hutasuhut, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, justru mengeluhkan perihal batas-batas lahan miliknya yang sudah tidak bisa lagi ditemukan. 

Ia mengkhawatirkan, bila pemerintah membuat program mencetak kembali lahan pesawahan yang telah musnah, maka akan timbul masalah berkaitan dengan batas lahan kepemilikan.   

Batas Lahan Mengkhawatirkan

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid, mengakui puluhan ribu hektare lahan sawah telah musnah terdampak bencana. Selain mengganggu produksi petani, kondisi ini juga bisa menyebabkan persoalan batas-batas kepemilikan tanah. 

Nusron mengatakan, pihaknya sudah memulai melakukan pemetaan ulang. Untuk sawah yang sudah bersertipikat, dia memastikan, batas-batas kepemilikan dapat diketahui dengan baik.

"Kita mempunyai peta kadastral digital yang kuat. Bapak-bapak tinggal duduk berdiri di situ, share lokasi ke dashboard, maka akan ketahuan kepemilikan tanah ini punya siapa,” jelasnya.

Untuk lahan yang belum memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) atau dokumen non-sertipikat, Nusron menyatakan, prosesnya cukup rumit. 

"Persoalan tersebut tetap bisa diatasi melalui penelusuran berbasis data tetangga atau batas-batas lama yang masih dapat diverifikasi," katanya.

Nusron memastikan, seluruh proses penelusuran kembali dan penerbitan dokumen kepemilikan sawah korban bencana akan digratiskan. Pemerintah juga menjamin verifikasi lahan pascabencana dapat berjalan lebih cepat tanpa menimbulkan sengketa baru di kemudian hari.

“Kami pastikan rakyat tidak akan dirugikan. Kami akan hadir mengganti sertipikat dan untuk ngurus baru tidak perlu biaya lagi. Karena ini adalah bagian dari pelayanan dari negara kepada masyarakat,” tandasnya.

Cetak Ulang Sawah

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pihaknya akan mencetak ulang sawah di Sumatera sebanyak 11 ribu hektare. Selain itu, pemerintah juga akan mengirimkan benih dan alat mesin pertanian (alsintan) gratis bagi para petani.

“Kami akan cetak ulang dan dikerjakan oleh pemerintah. Kementerian Pertanian tanggung jawab,” ujar Amran.

Amran menegaskan, dana untuk cetak ulang sawah tersebut sudah ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, pemerintah juga turut menyiapkan anggaran besar untuk pemulihan. 

"Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali seperti jadi sawah dan kami kirim peralatan, bantuan, benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,” kata Amran.

Ia meminta pemerintah daerah segera merampungkan administrasi batas bidang agar rekonstruksi dapat dimulai. 

“Kami beri waktu 1–2 minggu, selesaikan administrasi patok bidang-bidangnya mana, pemiliknya karena ini sawahnya rata. Kita akan perbaiki kembali. Itu tanggung jawab pusat. Kami yang ambil alih,” ucapnya.

COMMENTS

Nama

Bencana,11,Berita,11,Bisnis,6,BudiHatees,22,Buku,1,BUMD,2,Buruh,3,Cerpen,14,Daerah,37,Database,8,Diskusi,1,Ekonomi,135,Esai,4,Feature,54,Flash,13,Grafika,1,Hukum,78,Humaniora,99,Indept,72,Infografis,1,Investasi,1,Jajakpendapat,2,Klinik,6,Kolom,30,Kombur,5,Komoditas,11,Lingkungan,28,Lomba,1,Lowongan,1,Madina,22,Maturepek,3,Medan,5,Mudik,5,Nasional,38,Olahraga,1,Opini,9,Padangsidempuan,51,Palas,4,Paluta,6,Pandemi,25,Perbankan,6,Politik,55,Puisi,6,Ramadan,4,Sastra,15,Sejarah,5,Sidempuan,39,Sumut,55,Tajuk,50,Tani,12,Tapsel,86,Teknologi,6,Tokoh,3,UMKM,6,Utama,454,Wisata,10,
ltr
item
SINAR TABAGSEL: Jerit Petani Sipirok yang Kehilangan Sawah sebagai Sumber Penghasilan
Jerit Petani Sipirok yang Kehilangan Sawah sebagai Sumber Penghasilan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2WeDypMWO1bKLrMVrMMq6SyW-xiatEYnVaI1BkE-qsLqx9B8-gHPE-gptHlsIpMDLLS5LIHZUTsj17sCzKOmu5WvRXCPoFKY4_lVveJo4WjkQAbOdupNq8lt63Ngt0CSukUm1wFYKwjbneaoBhQip5dC4rrIxWo5wJw4Y51_CFo9w3gIT7Elw1cKuRBE/w640-h482/gotongroyong.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2WeDypMWO1bKLrMVrMMq6SyW-xiatEYnVaI1BkE-qsLqx9B8-gHPE-gptHlsIpMDLLS5LIHZUTsj17sCzKOmu5WvRXCPoFKY4_lVveJo4WjkQAbOdupNq8lt63Ngt0CSukUm1wFYKwjbneaoBhQip5dC4rrIxWo5wJw4Y51_CFo9w3gIT7Elw1cKuRBE/s72-w640-c-h482/gotongroyong.jpg
SINAR TABAGSEL
https://www.sinartabagsel.web.id/2025/12/jerit-petani-sipirok-yang-kehilangan.html
https://www.sinartabagsel.web.id/
https://www.sinartabagsel.web.id/
https://www.sinartabagsel.web.id/2025/12/jerit-petani-sipirok-yang-kehilangan.html
true
38763178306481255
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy