Tanpa Normalisasi, Sungai Batangtoru Masih akan Merengut Korban

Seorang anak dari Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru, menyaksikan perkampungan yang dihantam bencana hidro metereologi pada 25 November 2025 lalu/

Ribuan kubik kayu gelondongan yang terbawa dari hulu Sungai Batangtoru saat banjir bandang sejak 24 November 2025 belum disingkirkan. Pemerintah daerah tidak menormalisasi aliran sungai karena tidak punya peralatan.

Penulis: Budi Hutasuhut | Penyunting: Nasaktion Efry

Tumpukan kayu gelondongan membendung Sungai Batangtoru di bagian ilir. Arus air yang  selalu deras dari ulu sejak 24 November 2025 tak mampu menghanyutkan kayu-kayu gelondongan itu ke muara di Desa Muara Umpu, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Arus yang tersendat itu membentuk genangan yang berdampak terhadap tenggelamnya perkampungan dan lahan budidaya milik masyarakat yang ada di sepanjang daerah aliran Sungai Batangtoru. 

Tumpukan kayu gelondongan mulai terlihat di sekitar jembatan Trikora di Kecamatan Batangtoru. Semakin ke ilir Sungai batangtoru, kayu-kayu gelondongan semakin banyak. Kayu-kayu yang diduga berasal dari kegiatan illegal logging di bagian ulu itu, dibiarkan tanpa upaya untuk menormalisasi aliran sungai. 

Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui  Badan Penanggulangan Benjana Daerah (BPBD), tampaknya abai bahwa tumpukan kayu-kayu gelondongan itu dapat menyebabkan banjir susulan. Organisasi pemerintah daerah (OPD) yang bertanggung jawab menanggulangi bencana alam, lebih fokus pada upaya penangan pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi di Desa Garoga dan Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru. 

Trauma Banjir Susulan

Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja, salah satu tempat penumpukan ribuan kubik kayu gelondongan yang perlu dinormalisasi secepatnya.

Dari penelusuran Sinar Tabagsel sepanjang daerah aliran Sungai Batangtoru mulai dari Desa Hapesong Baru di  Kecamatan Batangtoru, sampai ke Desa Muara Upu di Kecamatan Muara Batangtoru, masyarakat mengaku trauma banjir.  Hidup mereka tidak tenang karena dihantui ketakutan akan muncul banjir susulan akibat terhambatnya aliran arus air di Sungai Batangtoru. 

Untuk mencegah banjir susulan akibat meluapnya Sungai Batangtoru karena aliran sungai tidak dinormalisasi,  masyarakat berinisiatif mengolah kayu-kayu gelondongan menjadi papan untuk dipergunakan membangun rumah mereka yang rusak. Namun, masyarakat hanya membersihkan kayu-kayu gelondongan yang terdampar di bantaran sungai. Sementara kayu-kayu gelondongan yang masih tersangkut di badan sungai, tetap dibiarkan karena masyarakat terkendala peralatan. 

Ketika curah hujan tinggi dan arus air Sungai Batangtoru kembali naik, kayu-kayu gelondongan yang masih ada di bantaran sungai kembali terseret arus. Kayu-kayu itu membuat arus air Sungai Batangtoru semakin deras dan berpotensi menimbulkan tanah longsor di bantaran sepanjang daerah aliran sungai. 

Kayu-kayu gelondongan yang hanyut kembali, tak jarang justru menyerpih saat saling bertubrukan dengan kayu-kayu gelondongan lainnya. Serpihan-serpihan kayu itu berubah menjadi sampah yang mencemari Sungai Batangtoru. Sampah dari serpihan-serpihan kayu itu membentuk bendungan di beberapa titik seperti di Desa Muara Hutaraja, Desa Muara Manompas, dan Desa Muara Ampolu di Kecamatan Muara Batangtoru. 

Desa-desa yang ada di sebelah Timur aliran Sungai Batangtoru ini, sebagian besar merupakan lahan berawa yang ditanami sawit. Di areal desa-desa ini, air dari Sungai Batangtoru selalu naik melalui anak-anak sungai dan menggenangi rumah-rumah warga. Situasi serupa terjadi saat banjir bandang pada 24 November 2025, dan terus berulang setiap kali Sungai Batangtoru meluap. 

Meluapnya Sungai Batangtoru pada 24 November 2025 sangat berdampak terhadap masyarakat di Kelurahan Muara Ampolu. Sebagian besar rumah di perkampungan itu tenggelam hingga sampai atap. Beberapa rumah yang ada di bantaran sungai kecil yang bermuara ke Sungai Batangtoru, dihempas arus air yang datang dari Sungai Batangtoru hingga rubuh. 

"Kami berharap pemerintah mau membantu menormalisasi Sungai Batangtoru," kata Yunus, warga di Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Huta Raja, Kecamatan Muara Batangtoru, yang ditemui Sinar Tabagsel saat membersihkan rumahnya dari tumpukan pasir yang terbawa arus Sungai Batangtoru. 

Yunus sudah puluhan tahun tinggal di Dusun Mabang Pasir, mengaku belum pernah ada bencana alam yang mampu mengirim ribuan kubik pasir untuk menutupi rumah-rumah warga. Pasir-pasir itu datang bersama ribuan kubik kayu gelondongan, menerjang dabn menyapu rumah-rumah di sepanjang bantaran Sungai Batangtoru. 

Ribuan kubik kayu-kayu gelondongan itu terhenti di ujung Dusun Mabang Pasir, tertahan oleh kebun kelapa sawit milik masyarakat setelah mengubah arah arus sungai.  Ribuan kubik kayu gelondongan di Dusun Mabang Pasir belum dibersihkan dari badan Sungai Batangtoru, sehingga kayu-kayu itu kembali hanyut ketika arus sungai naik. 

Akibat tumpukan ribuan kubik kayu gelondongan beberapa kilometer sebelum muara Sungai Batangtoru di Desa Muara Upu, arus air di badan sungai tidak normal. Air yang sampai ke ilir di Desa Muara Umpu tidak sebanding dengan dengan debit air yang datang dari hulu, karena air itu meluap menyebabkan banjir di sejumlah perkampungan di sepanjang daerah aliran Sungai Batangtoru. 

Di sejumlah perkampungan yang ada di sebelah Barat dari Sungai Batangtoru, yang merupakan wilayah Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Angkola Sangkunur,  berulang-ulang terendam air yang meluap dari Sungai Batangtoru. Kondisi serupa terjadi di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, yang terendam banjir selama beberapa hari hingga ketinggian sepinggang orang dewasa. 

Tak Bisa Normalisasi

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu meninjau Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, yang kembali direndam banjir pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, dampak banjir dan longsor pada 24 November 2025 mengakibatkan pendangkalan Sungai Batangtoru akibat sedimentasi material lumpur, pasir dan kayu-kayu. Ia mengakui, materi itu masih menumpuk di sepanjang aliran Sungai Batangtoru.

“Tanpa normalisasi Sungai Batangtoru, maka desa-desa di DAS baik di Kecamatan Batangtoru, Kecamatan Muara Batangtoru dan Kecamatan Angkola Sangkunur akan terus banjir dan tergenang jika hujan datang,” kata Gus Irawan seusai mengunjungi Desa Hapesong Baru di Kecamatan Batangtoru yang terendam banjir pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Kata Gus, Sungai Batangtoru harus dinormalisasi agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. “Kami sangat berharap hal ini segera bisa diatasi. Bila tidak, pengungsi akan terus bertambah. Karena mereka yang telah kembali ke rumah dari pengungsian akan kembali mengungsi,” ucapnya.

Namun, normalisasi Sungai Batangtoru terkendala ketersediaan alat-alat, khususnya alat berat jenis amphibi. “Kami sudah menyurati BBWS Sumut, agar menurunkan alat berat untuk membersihkan kayu-kayu di sepanjang aliran sungai dan juga menormalisasi sungai,” kata Gus. 


COMMENTS

Nama

Bencana,14,Berita,11,Bisnis,6,BudiHatees,22,Buku,1,BUMD,2,Buruh,3,Cerpen,14,Daerah,45,Database,8,Diskusi,1,Ekonomi,136,Esai,4,Feature,54,Flash,13,Grafika,1,Hukum,79,Humaniora,99,Indept,79,Infografis,1,Investasi,1,Jajakpendapat,2,Klinik,6,Kolom,30,Kombur,5,Komoditas,11,Lingkungan,29,Lomba,1,Lowongan,1,Madina,24,Maturepek,3,Medan,5,Mudik,5,Nasional,38,Obituari,1,Olahraga,1,Opini,9,Padangsidempuan,53,Palas,4,Paluta,6,Pandemi,25,Perbankan,6,Politik,56,Puisi,6,Ramadan,4,Sastra,15,Sejarah,5,Setahun,2,Sidempuan,41,Sumut,55,Tajuk,51,Tani,12,Tapsel,91,Teknologi,6,Tokoh,3,UMKM,6,Utama,472,Wisata,10,
ltr
item
Sinar Tabagsel: Tanpa Normalisasi, Sungai Batangtoru Masih akan Merengut Korban
Tanpa Normalisasi, Sungai Batangtoru Masih akan Merengut Korban
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglBue3vvnj1cM7adnMNo0pzV3GxvQwUXzIEiHmztkqVMKKZlLeU55fGa2LdB1jzKC8J69IbH-CFGf8PPOWVVqJCUr306Eb7bya1OyixLary2VNB-U8z1UEaxsgbB73zYGSy6wfEYJocFn8jTTSoyo9AtkZu4m4ZfqD38nz9PdJ065z8cIoSdUPIhI47g8/w640-h422/mabang.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglBue3vvnj1cM7adnMNo0pzV3GxvQwUXzIEiHmztkqVMKKZlLeU55fGa2LdB1jzKC8J69IbH-CFGf8PPOWVVqJCUr306Eb7bya1OyixLary2VNB-U8z1UEaxsgbB73zYGSy6wfEYJocFn8jTTSoyo9AtkZu4m4ZfqD38nz9PdJ065z8cIoSdUPIhI47g8/s72-w640-c-h422/mabang.jpg
Sinar Tabagsel
https://www.sinartabagsel.web.id/2026/01/tanpa-normalisasi-sungai-batangtoru.html
https://www.sinartabagsel.web.id/
https://www.sinartabagsel.web.id/
https://www.sinartabagsel.web.id/2026/01/tanpa-normalisasi-sungai-batangtoru.html
true
38763178306481255
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Baca Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy