Kampung Durian, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, ditimbun longsor pada Selasa, 25 November 2025 lalu. Sebanyak 22 warga tewas, puluhan lainnya luka-luka, dan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Penulis: Budi Hutasuhut | Editor: Nasaktion Efry
Mundom yang bekerja di PTPN IV PalmCo Regional I Kebun Hapesong, sedang di rumahnya di Desa Batu Godang, ketika mendapat kabar Dusun Durian tertimbunan longsor. Orang tuanya tinggal di dusun itu. Bersama beberapa rekannya, ia melesat ke lokasi sambil membayangkan bukit mana yang lonsor itu.
Pukul 21.00 Wib tiba di lokasi. Mundom hanya melihat material tanah menutup belasan rumah yang terletak di bagian depan Kampung Durian. Salah satunya rumah masa kecil Mundom, dan dua orang tuanya tertimbun material setinggi lima meter.
"Kami mencoba menolong, tapi semua sudah terlamabt," kata Mundom saat ditemui Sinar Tabagsel di Kampung Durian pada Rabu, 3 Desember 2025.
Kampung Durian berada tepat di tengah-tengah areal HGU PTPN IV Palmco Regional I Kebun Hapesong. Tanah longsor itu merupakan areal tanaman sawit belum menghasilkan (TBM) tahun 2024 milik perusahaan subholding PTPN III (Persero) Perkebunan Hapesong itu, merupakan Afdeling V Kebun Hapesong. Warga Kampung Duren mayoritas pensiunan karyawan PTPN.
![]() |
| Kuburan para korban bencana longsor di Kampung Durian, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur. |
Mundom bersama beberapa warga, terus berusaha mengevakuasi para korban. Malam itu juga, warga bergotong royong. Satu unit eskavator milik PTPN yang berada di sekitar lokasi, dikerahkan untuk melakukan penggalian guna mengevakuasi korban yang tertimbun.
"Masyarakat bergotong royong melakukan pencarian," kata Wawan, Kepala Dusun Durian.
Selama tiga hari, sejak evakuasi korban dilakukan pada malam peristiwa longsor, usaha pencarian korban dinyatakan selesai pada Sabtu, 29 November 2025. Setelah 22 korban tewas ditemukan, masyarakat melakukan pemakaman massal, tak jauh dari lokasi longsor terjadi.
Berdasarkan penjelasan Wawan, para korban tanah longsor, korban-korban yang tewas ditemukan di reruntuhan rumah masing-masing. Sebanyak 10 orang ditemukan pada hari pertama pencarian, sisanya ditemukan pada hari terakhir pencarian.



COMMENTS